Home » Blog » Apa itu Reseller dan Sistem Dropship

Apa itu Reseller dan Sistem Dropship

Sunday, January 8th 2017. Posted in Uncategorized

dropship 3

Apa itu Reseller dan Sistem Dropship

Anda Mencari RESELLER dan DROPSHIP Jilbab Atau Kerudung…ya disini …KLIK

Sebelumnya kita bahas dulu apa itu Reseller apa itu dropship…biar tambah ilmu juga nih….

 

Reseller dan Dropshipper.

Apa itu pengertian antara Reseller dan Dropshipper. Masih banyak pemahaman masyarakat luas terutama bagi pelaku bisnis online yang baru terjun ke dalam dunia internet marketing ini yang belum begitu jelas tentang apa itu reseller, apa itu dropship. Ok….Kami akan sedikit membahas tentang dua hal tersebut.

Reseller dan Dropshipper pun dapat dikatakan sebagai agen, hanya perbedaannya adalah dari fisik produk yang dimiliki. Jika Reseller adalah agen yang memiliki produk fisik suppliernya, berbeda halnya dengan Dropshipper yang hanya memiliki informasi produk suppliernya. Berikut penjelasan masing-masing agen.

RESELLER
Dari kata dasarnya saja Re = mengulang, dan Sell = menjual yang dapat diartikan menjadi Menjual Kembali, dan -er yang memiliki arti perlakunya. Nah dari mengartikan kata-kata itu saja kita sudah dapat menyimpulkan bahwa RESELLER berarti orang / pelaku yang menjual kembali dengan adanya produk fisik di tangan agen tersebut.

Contohnya saya mendaftar menjadi seorang agen Aqua dari distributor yang ada di daerah saya. Dalam hal ini, saya pun berlaku sebagai seorang Reseller untuk produk Aqua. Agen dalam kasus ini adalah agen yang membeli terlebih dahulu aqua dalam dalam kuantiti yang cukup banyak lalu dijual kembali kepada end user.
Berikut analoginya :

Distributor – Reseller – End User

DROPSHIPPER
Berbeda halnya dengan Reseller, Dropshipper adalah agen yang menjual kembali produk suppliernya dengan TIDAK memiliki produk suppliernya tersebut secara langsung. Jadi Dropshipper hanyalah agen yang menjual informasi dari suatu produk.

Contohnya saya menjadi pegawai seorang agen Aqua. Lalu saya menawarkan kepada end user untuk membeli aqua kepada saya. Jika terjadi penjualan, saya akan mengambil aqua dari tempat saya bekerja. Jadi secara tidak langsung Dropshipper dapat dikatakan seperti seorang salesman yang menjual barang milik perusahaannya kepada end user tanpa perlu memiliki produknya.

 

Berikut analoginya :
Dropshipper – Distributor – End User

reseller dropship

Skema Reseller Dropship

Dapat kita lihat perbedaan yang cukup mendasar dari hal ini, jika Reseller menjual kembali dengan memiliki produknya, Dropshipper hanya menjual informasi dari produk tersebut. Jadi kita dapat mengatakan pula bahwa dengan menjadi seorang dropshipper, kita dapat menjadi pelaku bisnis yang tidak perlu mengeluarkan modal besar untuk menjual produk supplier kita.

 

Dropshipping itu jasa pengiriman barang dari supplier ke pembeli melalui perantaraan reseller. Misalnya saya mengambil 10 deskripsi dan gambar barang dari suatu supplier, kemudian saya menjualnya dengan menawarkannya melalui website saya atau facebook atau lainnya.

Contoh kasus lagi: saya melihat barang di di suatu ditoko online atau di facebook shop, kemudian saya ambil 10 barang terbaik dan menaikan harganya sebagai margin keuntungan sebesar 40% untuk setiap barang yang dijual. Barang tersebut kemudian saya tawarkan kepada teman di Facebook dan apabila ada teman saya yang mau membelinya maka dia akan saya minta untuk mentransfer uang ke saya kemudian saya akan membeli barangnya dari disebuah toko online yang telah saya minta menjadi dropship dan menyuruh dan menyuruh toko online tersebut langsung mengirimkan barangnya kepada teman saya itu.

Perhatian !!! Dropshipping tidak sama dengan makelar !!!

Perbedaan mendasar antara dropshipping dengan makelar adalah anonimitas pengirim barang, atau sederhananya supplier yang mengirimkan barang ke pembeli akan menuliskan bahwa pengirimnya adalah reseller yang bersangkutan, bukan supplier, sehingga apabila suatu saat pembeli ingin membeli barang lagi maka dia tidak bisa secara langsung mengetahui supplier melainkan melalui reseller.

Reseller tersebut diharuskan membeli dulu produk yang ingin dijual sebagai stock. Namun adalagi turunan dari reseller, yakni dropshipper. Tujuannya hampir sama dengan reseller tapi perbedaannya pada stock barang. Dropshipper tidak melakukan stock barang, mereka hanya memamerkan gambar kepada calon pembeli. Sehingga jika ada yang mau membelinya maka barang dikirimkannya dari supplier ke konsumen langsung, namun atas nama si dropshipper. Itu untuk menjaga supaya si konsumen tidak malah lari ke supplier utama apabila ingin membeli ulang. Maka dari itu supplier sebaiknya tidak ikutan berjualan eceran, karena bisa saja si konsumen googling produk tersebut berdasar merek dan menemukan supplier utama yang menjual dengan harga yang lebih murah daripada si dropshipper. Beban dropshipper tambah berat karena harus bersaingan dengan supplier.

Jadi rugi dong jadi dropshipper? Engga juga, ada ruginya ada untungnya.

Keuntungan jadi dropshipper

  1. Minim modal untuk memulai usaha karena tidak memerlukan stock barang
  2. Tidak perlu memikirkan tentang produksi produk beserta quality control, dimana itu memerlukan ilmu untuk melakukannya. Jadi anda hanya fokus memasarkan saja.
  3. Tidak perlu galau karena rugi kalau ada barang yang tidak laku atau dead stock karena kita hanya jual yang diinginkan oleh konsumen kita saja.
  4. Bisa ganti-ganti supplier atau lebih dari 1 supplier bila dirasa supplier tersebut tidak cocok
  5. Tidak perlu modal yang Besar untuk membeli barang karena pembelian baru dilakukan apabila ada permintaan, dan biasanya juga hanya ada batas minimal deposit (uang yang ditaruh di supplier kita, status uang adalah milik kita)
  6. Tidak perlu gudang & inventori, Packing dan kirim barang.
  7. Memiliki pelanggan sendiri karena pembeli tidak mengetahui bahwa saya melakukan metode dropshipping, sehingga tidak khawatir kehilangan pembeli tetap, misalnya kalau si pembeli mau beli lagi maka pada pembelian berikutnya dia akan beli lagi lewat saya.

 

Kerugian jadi dropshipper

  1. Tidak tahu stock yang ready apa saja. Maka dari itu cari supplier yang bisa menyediakan tabel stock secara online dan update terus atau bisa dengan update dari customer service supplier.
  2. Tidak punya kendali penuh terhadap stock. Kita tidak tahu apakah produk jenis tersebut seperti apa, kondisi sebenarnya seperti apa, apakah cacat atau tidak. Tidak jarang juga lho calon pembeli yang ingin difotokan langsung dulu produknya. Karena mereka sadar bahwa foto yang di showcase itu foto yang sudah dimark-up kualitas fotonya.
  3. Apabila supplier melakukan kesalahan, reputasi dropshipperlah yang akan hancur. Kesalahan supplier yang sering terjadi adalah salah ukuran, salah jenis barang, salah alamat dan salah-salah yang lain. Selayaknya kalau kesalahan ini terjadi yang menanggung dana kerugian adalah pihak suppliernya sendiri.
  4. Diskon yang didapat biasanya tidak terlalu besar bila dibanding dengan reseller yang men-stock sendiri.
  1. Apabila supplier memiliki barang dengan stok terbatas, maka kita perlu memantau stok supplier karena jika stok habis dan ada permintaan maka kita harus mencari dropshipper lain yang menyediakan barang yang sama atau mengembalikan uang yang telah dikirimkan seumpama stok benar-benar sudah tidak ada. Untuk melakukan kontrol terhadap hal ini dibutuhkan aplikasi pengecekan stok, misalnya Outstockchecker.

Ada beberapa Supplier yang mensyaratkan terlebih dahulu mendaftar sebagai akad awal dan melakukan deposit dalam jumlah tertentu agar tidak timbul keraguan (berdasarkan syariah) dalam berbisnis online agar sama-sama diuntungkan.

Anda Bisa Baca baca lagi Tentang Bisnis Online yang Sesuai Syariah…Bisa Googling…

 

Modal untuk melakukan Bisnis Online

* Punya komputer + Internet atau pakai warnet juga bisa tapi tidak direkomendasikan;

* Mau bekerja lama didepan komputer, rajin, mau belajar dan tidak malas mencari informasi;

* Harus bisa pakai internet, minimal bisa berkirim email dan browsing internet;

* Bisa bahasa setempat, diutamakan bisa bahasa Inggris, tidak mesti sempurna, salah-salah grammer dikit engga apa-apa koq 😛

* Rekening tabungan Bank, Kartu Kredit berlogo Visa atau Master card untuk bisa bertransaksi Internasional;

* Uang secukupnya (tergantung jenis bisnis onlinenya)

 

Itulah artikel tentang apa itu reseller dropship dan beberapa untung dan ruginya. Setiap jenis usaha pasti ada untung atau ruginya. Tinggal pilih mana yang cocok untuk kita. Untuk mulai mencari supplier bisa dengan mengunjungi website khusus supplier. Mudah-mudahan bermanfaat.